news

  • Belum ada berita terbaru.

Acara

  • Belum ada acara terbaru.

Anjungan Maluku Utara




Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi yang biasa disingkat sebagai "Malut" ini terdiri dari beberapa pulau di Kepulauan Maluku.



Ibukota terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara, sejak 4 Agustus 2010 menggantikan kota terbesarnya, Ternate yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur Sofifi[3].



 



 



 Maluku utara adalah salah satu provinsi baru di wilayah timur Indonesia. Ibukota provinsi ini adalah Sovivi menggantikan Ternyata sebagai ibukota sebelumnya. Luas wilayah provinsi ini mencapai sekitar 140.255,32 km2 dimana sebagaian besar adalah perairan laut, yaitu seluas 106.977,32 km2 (76,27%) dan sisanya seluas 33.278 km2 (23,73%) merupakan daratan. Maluku utara terbagi kedalam 7 kabupaten dan dua kotamadya, yakni Kabupaten Halmahera barat, selatan, tengah, timur, serta Halmahera utara dan kabupaten pulau morotai. Sedangkan Kotamadya yang ada yaitu Ternate dan Tidore.


Provinsi Maluku utara terbentuk berdasarkan UU No.46 tahun 1999 pada tanggal 4 Oktober 1999 dan ditetapkan sebagai provinsi tersendiri hasil pemekaran dari provinsi Maluku. Wilayah provinsi ini memiliki sekitar 353 pulau, baik pulau besar maupun pulau-pulau kecil dengan tigaperempat wilayahnya berupa perairan. Pulau besar terdiri atas lima pulau, yakni pulai Halmahera, Cibi, Talabu, bacan dan pulau Morotai. Du pula yang sudah terkenal sejak dari dahulu sebagai pusat pemerintahan kesultana adalah Ternate dan Tidore. Di ternate terdapat museum yang menyimpan berbagai peninggalan kesultanan di masa lalu dan perlengkapan militer peninggalan Portugis dan Belanda. Koleksi terkemukanya adalah mahkota sultan Ternate, yang hanya dipamerkan pada acara tertentu. mahkota ini dipercaya dapat “menenangkan” gunung Gamalama yang sedang aktif. Museum itu memanfaatkan bekas kesultana Ternate yang dibangun pada tahun 1250. Selain itu juga terdapat beberapa benteng peninggalan para pendatang seperti benteng Sentosa (Belanda), benteng Oranye (Melayu), benteng Kalumata, benteng Talucco (Portugis), dan benteng Takome (Belanda).


Provinsi Maluku utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. hasil perkebunan berupa rempah-rempah (cengkeh dan pala), kopra, kakao, jagung dan ubi kayu. Pada abad ke-16 rempah-rempah pernah jadi primadona bangsa Eropa seperti Portugis, Inggris dan Belanda, bahkan mampu mendorong bangsa-bangsa tersebut datang ke Maluku utara. Wilayahnya, yang sebagian besar perairan, menjanjikan sumber kekayaan laut berupa ikan yang tidak akan habis jika dikelola dengan baik. Tambang yang tersimpan di perut bumi seperti emas, nikel, mangan, tembaga, kaolin, magnesit dan beragam batu mulia merupakan harta karun yang belum diolah secara maksimal. Sebelum masa penjajahan, daerah Maluku Utara merupakan wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha (Kesultanan empat gunung di Maluku), yaitu kesultanan Bacan, Jailolo, Ternate dan Tidore. Suku bangsa yang mendiami tempat ini antara lain suku Ternate, Tidore, Makian, Bacan, Galela, Loloda, Tobelo, Tobaru, Kao, Jailolo, Module, Pagu, Buli, Patani, Maba, Sawai, Wayoli, dan suku bangsa Sahu dengan bahasa penutur yang berbeda pula. Berbagai jenis tarian dan musiknya cukup dikenal dikalangan masyarakat antara lain tari Soya-Soya, Lalayan, Tide-Tide, Togal dan seni musik Tifa.


Dalam bidang seni arsitektur, salah satu peninggalan rumah adat yang dapat ditemukan di Maluku utara adalah sasa’du atau rumah adat suku bangsa Sahu di Halmahera barat. Rumah Sasa’du berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang dan dinding dari kayu, bertangga dua terletak di sisi kiri dan kanan, beratap daun ijuk serta di kolongnya terdapat dego-dego (dipan bambu) untuk pertemuan. Rumah ini pula yang kemudian ditampilkan di TMII sebagai anjungan Maluku utara, rumah ini digunakan untuk memamerkan aspek budaya Maluku utara seperti Pakaian adat, alat musik tradisional, benda-benda tradisional, makanan khas, hasil bumi dan berbagai hasil kerajinan tangan.