Museum Serangga



Museum serangga adalah salah satu wahana untuk memperkenalkan keanekaragaman dunia serangga sekaligus merangsang keinginan dan kepedulian masyarakat terhadap perannya di alam. Museum ini didirikan atas prakarsa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu Ibu Tien Soeharto. bangunan museum menempati areal seluas 5000 m2 berbentuk tubuh belalang yang dirancang oleh arsitek bernama Ir. H. Rawoto Robbana dan doresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1993. museum serangga memiliki sejumlah koleksi unik yang semuanya berasal dari kepulauan Indonesia. diperkirakan sekitar 16% jumlah jenis serangga yang ada di dunia atau sekitar 250.000 yang hidup di Indonesia. Ada sekitar 600 jenis yang menjadi koleksi Museum Serangga, terdiri atas kupu-kupu yang berjumlah sekitar 250 jenis, kumbang sekitar 200 jenis, dan kelompok serangga lain sekitar 150 jenis. koleksi tersebut disimpan dalam diorama-diorama yang dikelompokan ke dalam jenis serangga kedalam jenis serangga yang terdapat di kepulauan Indonesia, seperti Pesona Kumbang Nusantara yang dapat dilihat di depan pintu masuk, Peranan Serangga dalam Ekosistem dan Pelestarian Kupu-kupu Bantimurung, serta Serangga-serangga di Pekarangan, dan kotak-kotak koleksi yang menampilkan kelompok serangga lain. hampir semua koleksi museum berupa serangga mati yang sudah diawetkan.
Museum ini sungguh menarik dan laayak untuk dikunjungi. dengan berkunjung ke tempat ini, kita diajakuntuk mengenal lingkungan dengan ekosistemnya. Salah satu kerja ekosistem tadi ternyata tidak dapat dilepaskan dari peran serangga, seperti pada proses terjadinya pembusukan. Di tempat ini terdapat banyak koleksi serangga yang cukup unik, seperti Kumbang Badak terbesar nomor dua terbesar di dunia, belalang daun yang tubuhnya sama dengan daun, kumbang gitar, belalang ranting, dan juga Kupu-kupu tersimpan dalam kotak-kotak berbingkai. Museum Serangga juga dilengkapi dengan laboratorium yang digunakan sebagai sarana penangkaran dan terbukan bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar bagaimana mengoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi serta memelihara serangga hidup dan mati. selain itu, museum juga menyediakan layanan untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan serangga, misalnya bimbingan umum tentang serangga dan kehidupannya, pemutaran film tentang kehidupan serangga dan penjelasan di ruang audio-visual, bimbingan mengawetkan serangga dan penangkaran serangga (kupu, belalang ranting dan belalang daun), yang dilengkapi dengan perpustakaan.
Selain koleksi serangga mati, museum ini juga mempunyai kleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain : kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, kumbang badak dan lain-lain.