Anjungan Kepulauan Riau

Kepulauan Riau adalah provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau yang dibentuk berdasarkan UU No. 25 tahun 2002 dengan ibukota Tanjung Pinang. Provinsi kepulauan Riau sebagai provinsi ke-32 yang disahkan pada 1 juli 2004 ini memiliki kekayaan alam, bahari dan budaya yang beraneka ragam. Secara keseluruhan wilayahnya terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kota, yakni kabupaten Kepulauan riau, kabupaten karimun, kabupaten lingga, kabupaten natuna, kotamadya batam, dan kotamadyaTanjung Pinang. Jumlah pulau besar dan kecil sebanyak 2.408 pulau dengan jembatan balerang yang menghubungkan pulau batam, rempang dan galang.Provinsi ini juga merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia yang strategis karena berbatasan langsung dengan Singapur, Vietnam, Malaysia, Kaaboja dan Filipina.Sama halnya dengan provinsi Riau, sebagian besar penduduk di kepulauan Riau adalah suku bangsa asli Melayu. Terdapat juga suku bangsa pendatang dari daerah lain seperti jawa, Minangkabau, tionghoa, batak, bugis, arab dan Flores. Bahasa resmi yang dipakai adalah bahasa Indonesia da nada juga yang menggunakan bahasa melayu. Berbagai jenis kesenian melayu banyak dikenal dan digemari orang diantaranya seni tari sepert zapin, joget dangong, jogi melemang mendu dan tari makyong, sedangkan seni suara dan musik adalah musik melayu sera seni teater tradisional makyong.

Sama seperti halnya suku bangsa lain di Indonesia, orang melayu di kepulauan Riau masing mengenal beberapa upacaraadat yang berhubungan dengan alam. Misalnya upacara betobo berkaitan dengan mengenal gotong-royong unruk mengolah sawah dan ladang, menyemah laut adalah upacara perlindungan laut dan isinya.Menumbai adalah upacara untuk mengambil madu dan lebah, belian adalah upacara pengobatan tradisional, bedowo upacara pengobatan tradisional sekaligus dipergunakan untuk mencari benda-benda yang hilang, dan upacara menetau tanah merupakan upacara membuka lahan untuk pertanian atau mendirikan bangunan.Tradisi seni bangunan yang masih tersisa adalah membuat rumah di atas dengan model baru. Ada beberapa bangunan yang masih dikenal di kepulauan Riau antara lain: rumah rabung atau rumah bubungan, lipat panda, lipat kajang dan rumah perabung melintang.

Anjungan kepulauan Riau di TMII terletak di kawasan terpadu provinsi baru yang dibangun pada tahun 2008.Bangunan yang ditampilkan adalah bangunan bergaya arsitektur rumah belah bubung (bubungan) atau rumah rabung.Kenapa dinamakan rumah belah bubung adalah karena bentuk atapnya terbelah, demikian juga disebut rumah rabung karenakarena atapnya menggunakan perabung. Di tempat asalnya, rumah belah bubung berbentuk panggung yang berdiri diatas tiang dengan ketinggian lantai yang mencapai 2 meter dari atas tanah, dan atapnya berbentuk perisai, berbubungan lurus yang di bagian atapnya berbentuk pelana dengan hiasan pada listplank. Hiasan yang berwarna-warni pada rumah tersebut memiliki makna tersendiri.Misalnya merah melambangkan persaudaran, putih melambangkan kesucian, biru melambangkan kekuasaan laut, hijau melambangkan kesuburan, hitam melambangkan keperkasaan, dan warna kuning emas melambangkan kejayaan.Fungsi dari belah bubung yang sebenarnya adalah untuk rumah tinggal terdiri atas ampat bagian, yaitu selasar, ruang induk, ruang penghubungng dapur dan dapur.Di TMII rumah ini lebih berfungsi sebagai tempat pameran dan peragaan koleksio benda-benda budaya dan produk unggulan.Benda-benda yang dipamerkan berupa peninggalan bersejarah, pakaian adat, alat musik dan kerjainan tradisional.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.