Sasono Utomo

Pendopo Agung Sasono Utomo adalah bangunan utama bercorak Joglo, arsitektur tradisional jawa, berfungsi sebagai tempat menerima tamu-tamu terhormat seperti kepala Negara, kepala pemerintahan maupun tamu undangan penting lainnya pada acara-acara resmi.Oleh karenanya, sasono utomo ini seringkali disebut rumah Joglo.

Pendopo ini memiliki teras upacara yang letaknya lebih tinggi dari plaza, seluruh ornament pada gedung ini berpola tradisional dan naturalistic. Di bagian dalamnya terdapat 4 (tiang) utama terbuat dari ukiran Jepara dari kayu jati pilihan, disebut soko guru, memiliki makna simbolik dan memberikan kesan agung. Kisah yang terdapat dalam keempat soko guru ini diambil dari legenda Ramayana. Ke empat soko guru ini mengandung falsafah seputar kehidupan manusia, yakni kesetiaan seorang anak kepada orang tua, kerukunan antar saudara, kerukunan antar saudara, dan rasa setia saudara muda kepada saudara tua (dharma satryatama pahlawan) untuk melenyapkan keresahan dunia demi keadilan dan kebenaran, serta setia bakti kesucian nseorang wanita kepada suami, serta tanggung jawab dan rasa saying seorang pria kepada istrinya sebagai pancaran cinta kasih.

Soko guru pertama memuat cerita pertemuan prabu Dasarata dengan putra-putranya untuk membahas rencana pengunduran dirinya dan penobatan Raden Ramawijaya sebagai Raja baru. Namun permaisuri muda, Dewi Kekayi memohon agar putra kandungnya (Raden Barata) dinobatkan sebagai raja, sementara Raden Ramawijaya diminta untuk meninggalkan kerajaan selama 14 tahun. Prabu Dasarata mengabulkan permohonan tersebut, sedang Raden Ramawijaya menerima dengan lapang dada.

Soko guru kedua memuat tentang kisah kesetiaan Barata terhadap Ramawijaya.Barata menyusul Raden Ramawijaya ke hutan Dhandaka dan membujuk Ramawijaya untuk kembali ke kerajaan untuk menjalankan pemerintahan.Ramawijaya menolak karena alasan menjalani tugas yang diterima dari ayahnya.Akhirnya, atas kesepakatan berdua, Ramawijaya menjadi raja, sedangkan Barata menjadi wakil sekaligus menjalankan roda pemerintahan.

Soko guru ketiga menggambarkan sikap kepahlawanan yang ditujukan oleh para resi dan brahmana di hutan dhandaka ketika mendapat gangguan dari raksasa Alengkadiraja.Para brahmana ini mendatangi tempat tinggal Ramawijaya untuk meminta bantuan, berkat kesaktian Ramawijaya dan Laksmana, para raksasa pengganggu dapat dimusnahkan.

Soko guru ke empat mengisahkan kesetiaan dan cinta kasih antara Rama dan Sinta.Sinta menolah berbagai upaya Rahwana untuk mendapatkannya.Sementara itu, Rama berupaya membebaskan Sinta betapapun sulitnya.

Sasono Utomo didirikan pada tahun 1975 dengan luas ruangan setelah direnovasi tahun 2006 menjadi 3.000 m2 dan berdaya tampung -/+ 1.500 tempat duduk atau 2.500 orang berdiri. Selain digunakan untuk menerima tamu-tamu VIP (Very Important Persons), aula besar ini juga dapat disewa oleh masyarakat umum untuk keperluan upacara adat perkawinan, resepsim seminar atau pameran berskala nasional dan internasional.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.