Anjungan Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya merupaka wilayah provinsi Sumatera Selatan, namun kemudian menjadi provinsi ke-31 dengan ibukota Pangkal Pinang berdasarkan UU No. 27 tahun 2000. Provinsi ini memiliki luas wilayah 81.725,14 km2, terbagi menjadi enam kabupaten dan satu kotamadya, yakni kabupaten Bangka barat, kabupaten Bangka tengah, kabupaten Bangka selatan, kabupaten Bangka timur, kabupaten Belitung dan kotamadya pangkal pinang. Wilayahnya terdiri dari du gugus pulau besar, pulau Bangka dan Belitung dengan 254 pulau-pulau kecil di sekitarnya menawarka wisata bahari yang menakjubkan, bahkan keindahan pantainya dinobgatkan sebagai yang terindah di asia tenggara.Selain kekayaan alam bahari, Bangka memiliki tambang timah yang sudah dikenal sejak lama. Menurut sejarahnya, nama Bangka sendiri berasaldari kata 'wangka' yang berarti timah. Penduduk yang tinggal di Bangka belitungpun terdiri dari beragam suku bangsa, diantaranya melayu, jawa, tionghoa, Sunda, batak, Madura dan Bugis.Sebagian besar penduduknya merupakan pemeluk agam Islam disamping Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu.Penduduk aslinya adalah orang Bangka dan Belitung yang berbahasa melayu.Pada masa colonial, Belanda mendatangkan tenaga buruh kontrak dari Cina untuk dipekerjakan di pertambangan timah.Setelah kontrak selesai, para buruh kontrak menetap dan terjadi perkawinan dengan penduduk setempat.Perkawinan campuran itu menghasilkan Cina peranakan.

Anjungan Bangka Belitung di TMII terletak di kawasan anjungan terpadu bagi provinsi baru yang dibangun pada tahun 2008 dan diresmikan pada tanggal 29 maret 2009.Anjungan ini menampilkan bangunan utama yang berupa rumah panggung berasitektur rumah melayu yang banyak dijumpai baik di Pulau Bangka maupun pulau Belitung. Pada umumnya, rumah panggung di Bangka-belitung digunakan sebagai tempat pameran dan peragaan.Pada bagian atap rumah, terdapat ragam hias dengan corak lada putih yang merupakan tanaman kebanggan masyarakat Bangka belitung.Bahan bangunan yang digunakan untuk mendirikan bangunan rumah adat TMII-pun berupa kayu yang didatangkan langsung dari Bangka-belitung. Didalam bangunan ini dipamerkan beberapa benda budaya dan sejarah, antara lain pakaian adat, alat musik tradisional, pperalatan rumah tangga dan berbagai hasil kerajinan tangan. Kain cual, kain khas bercorak flora-fauna, kopiah resam, alat musik gambus, akordion dan gitar gambus, serta baju adat dan baju pengantin paksian, perpaduan budaya melayu, arab dan cina adalah beberapa contoh benda yang dipamerkan.

Terdapat juga berderet hasil kerajinan tangan di dalam anjungan ini antara lain batusata,.Akar bahar, anyaman rumput resam dan tentu saja aneka ragam kerajinan tangan berbahan dasar timah. Yang terunikdari sini adalah batu satam, sejenis batu mineral berwarna hitam dengan urat-uratnya yah khas sebagai hasil proses alam yang mengandung kadar timah yang tinggi. Kata satam berasal dari cina yang artinya pasir 'tam', atau empedu. Selain untuk perhiasa, batu satam dip[ercaya memiliki khasiat sebagai obat dan mampu melindungi si pemakainya dari gangguan gaib.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.