Anjungan Jambi

Propinsi Jambi mempunyai luas 53.435,72 km2, terletak di tengah pulau Sumatera.Di sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Riau, sebelah selatan dengan propinsi Sumatera Selatanm sebelah barat dengan propinsi Sumatera Barat dan sebelah timur dengan Selat Berhala.

Anjungan Jambi di TMII adalah gambaran mengenai daerah tersebut dengan diwakili oleh sebuah bangunan yang terdiri dari bangunan rumah adat yang berbentuk panggung terbuat dari kayu Bulian. Bagian-bagian rumah tersebut meliputi :

A. Serambi muka : tempat kegiatan kamu laki-laki

B. Serambi dalam : terdiri dari kamar tidur anak laki-laki atau tempat musyawarahNinik Mamak dan Tuo-tuo Tengganai (pemuka adat).

C. Ruang duduk

Pada anjungan ini, ruang induk dipergunakan untuk ruang pamer pakaian adat yang dipakai pemuka adat di setiap Kabupaten.Terdapat pula pelaminan Putri Ratno yang terdiri dari tiga tingkat, sedangkan aslinya terdiri dari tujuh tingkat.Pelaminan rakyat biasa dinamakan Amben Melintang.Salah satu kelebihan Amben Melintang yang terdapat di anjungan Jambi terletak pada warna aslinya, meskipun sampai saat ini masyarakat kebanyakan menggunakan pelaminan Putri Ratno.Ruang dapur adalah ruang terakhir dalam rumah, dari ruang induk ke ruang dapur terdapat ruangan bernama Garang. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat mencuci piring, ada kalanya juga untuk mengolah bahan-bahan yang akan dimasak, menumbuk padi dan menanam bumbu-bumbuan seperti kunyit, lengkuas dan sebagainya.

Pada bagian belakang rumah adat terdapat bangunan kecil yang bernama Blubur.Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan pertanian dan padi. Di sebelah rumah panggung diletakan perahu bermotif Angsa, symbol perahu tradisional daerah Jambi disebut Kajang Lako. Perahu ini digunakan oleh para bangsawan pada upacara-upacara resmi yang disertai hiburan, misalnya upacara perkawinan.Setelah upacara, kedua mempelai dan keluarganya pergi pesiar dengan menggunakan perahu tersebut.

Salah satu kesenian yang menonjol adalah tari.Beragam tarian dimiliki masyarakat Jambi. Beberapa tarian yang terkenal, diantaranya adalah tari Rangkuk, Selampit, Kelik Elang dan Nelayan beberapa hasil industry yang ditampilkan adalah anyaman rotan, pandan sulaman, tenun dan batik. Seni ukir daerah Jambi memiliki ciri khas tersendiri, yaitu dengan motif bunga Jeruk dan motif daun.Motif ini biasanya juga terdapat pada bangunan luar dan sambungan papan dalam rumah dan di pintu kamar. Motif-motif lainnya adalah relung-relung kangkung, trisula layar, keris dan Bungan Matahari yang diciptakan oleh seniman-seniman Jambi. Motif-motif ini selain dipahatkan pada peralatan sehari-hari, juga sebagai hiasan pada masjid-mesjid di kota Jambi. Songket Jambi sebagai karya kerajinan sulaman yang tinggi nilainya mempunyai keistimewaan.Terbuat dari kain beludru dengan menggunakan benang sutra dengan motif daun sulur dan bunga. Detail sulamannya yang cermat merupakian sebuah tradisi, hasil dorongan adat istiadat yang masih kuat.

Sebagai gambaran lingkungan daerah Jambi, di anjungan Jambi juga ditampilkan patung-patung binatang gajah, harimau dan beruang lengkap dengan sungai yang menggambarkan sungai Batanghari dan suasana alamnya.Pada halaman anjungan terdapat teratak, yang merupakan alat untuk menumbuk padi.Adat istiadat yang masih tetap dipertahankan sering ditampilkan lewat acara-acara khusus, seperti melalui tari-tarian, dan peragaan busana adat, juga ditampilkan peragaan busana upacara adat.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.