Anjungan Jawa Tengah

Propinsi Jawa Tengah, dengan Semarang sebagai Ibukotanya dikenal sebagai 'Daerah Seribu Candi', karena banyaknya candi yang terdapat disana, seperti Candi Borobudur, Prambanan, Mendut dan lain-lain. Hal tersebut membuktikan bahwa dahulu agama Hidu dan Budha pernah berkembang di daerah ini, walau sejarah pun mencatatbahwa dari daerah ini pula awal kerajaan Islam di Jawa, setelah jatuhnya kerajaan Hindu Majapahit di Jawa Timur.Masjid Demak, yang konon dibuat oleh para wali, merupakan bukti sejarah yang sampai sekrang ini masih ada dan terpelihara.Dengan demikian, sangat wajar apabila budaya daerah ini sangat beragam.

Anjungan Jawa Tengah diisi oleh beberapa bangunan, dimana bangunan induknya adalah sebuah pendopo agung, tiruan dari pendopo agung 'Istana Mangkunegaran' Surakarta, yang diakui sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa. Penampilan bangunan berbentuk 'Joglo Trajumas' itu berkesan anggun, karena bentangan atapnya yang luas dengan ditopang 4 Sokoguru (tiang pokok), 12 soko penanggap dan 20 soko penitih. Kesemuanya mebuat penampilan bangunan itu terkesan Momot, artinya berkemampuan menampung segala hal, sesuai dengan fungsinya sebagai tempat menerima tamu.Sudah barang tentu pemilik bangunan demikian adalah seorang bijaksana yang mampu berlapang dada dalam menampung berbagai permasalahan para tetamunya. Anjungan ini juga dinamakan sebagai 'Padepokan Jawa Tengah', dengan penaamaan itu diharapkan agar setiap pengunjung dapat pulang berbekal kearifan, setelah berhasil menyaksikan dan menghayati nilai-nilai adi luhung, warisan nenek moyang kita yang tercermin di anjungan ini. Bangunan pendopo Agung ini masih dihubungkan dengan ruang pingitan, yang aslinya sebagai tempat pertunjukan ringgit atau wayang kulit.Orang Jawa umumnya amat menggemari petunjukan wayang kulit dan mampu menontonnya semalam suntuk.

Bangunan lain yang terdapat di Jawa Tengah adalah bentuk rumah adat 'Joglo Tajuk Mangkurat', 'Joglo Pengrawit', dan model rumah bercorak 'Doro Gepak'. Di anjungan ini, Joglo Tajuk Mangkurat difungsikan sebagai kantor anjungan, dimana para pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi tentang Jawa Tengah, terutama mengenai Budaya dan pariwisatanya. Bangunan Joglo Pengrawit Apitan terletak bersebelahan dengan sebuah panggung terbuka, yang berlatar belakang sebuah bukit dengan bangunan makara yang terbuat dari batu cadas hitam bertuliskan kata-kata 'Ojo Dumeh'. Bagi masyarakat Jawa, kata tersebut mempunyai makna yang dalam, sebab artinya yaitu 'jangan Sok', sebuah anjuran untuk senantiasa mampu mengendalikan diri, justru disaat seseorang mempunyai keberhasilan. Di panggung inilah pengunjung dapat ,emyaksikan pagelaran acara khusus anjungan, yang biasanya merupakan acara-acara pilihan, misalnya Sendratari Ramayana, Langendriyan, orkes keroncong dan juga pergelaran wayang kulit.

Propinsi Jawa Tengah memiliki beberapa objek wisata yang menarik seperti Pegunungan Dieng, Tawangmangu, kompleks Keraton Mangunegaran dan lain-lain. Keseniannya antara lain Calung banyumasan, Dalang Jemblung, Kuda Lumping dan lain-lain, dimana semuanya dapat disaksikan di anjungan pada hari Minggu atau libur.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.