Anjungan Kalimantan Selatan

Propinsi Kalimantan Selatan beribukota Banjarmasin.Di propinsi ini banyak terdapat hutan dan sungai-sungai besar. Penduduknya sekitar kurang-lebih 2,5 juta jiwa yang terdiri dari suku Banjar dan Bugis di pesisir, selebihnya suku Dayak yang tinggal di pedalaman.Alam Kalimantan kaya hasil bumi, antara lain : batubara, emas, minyak, kaolin, intan, marmer, dan pospat. Hasil buminya antara lain: lada, karet, kopi, cengkeh, kapuk, di samping hasil0hasil pertanian lainnya. Propinsi ini juga mempunyai berbagai tempat wisata yang sangat menarik, seperti kehidupan atas air di sungan Martapura, Kuin maupun Barito. Museum 'Lumbung Mangkurat', pantai Sarang Tiung, Pantai Takisung, gua Kelelawar di gunung Batu Kampung Jaro, dan masih banyak lagi yang lain.

Propinsi Kalimantan Selatan terdiri dari 9 Kabupaten dan 1 kotamadya tersebut membangun anjungannya di TMII dengan maksud memperkenalkan budaya kedaerahannya terutama di bidang kepariwisataan. Bangunan induknya berupa rumah adat banjar, yang disebut 'Rumah Bubungan Tinggi' atau 'Rumah Lambung Mangkurat', yang konon sudah ada sejak abad ke-16, ketika pemerintahan Sultan Suriyansah. Rumah adat Banjar didirikan di atas tiang, lantainya dibuat berjenjang meninggi sampai ke bubungan, untuk kemudian turun kembali.Bagian depan disebut sebagai Palatar, yang dipergunakan untuk tempat berangin-angin. Setelah itu terdapt ruang dalam, yang terdiri dari penampik kecil, 1 dan 2 penampik tengan dan penampik besar.Sedang dibawah bubungan terdapat ruangan pokok, yaitu ruangan palindangan atau ambin dalam.Setelah itu, di bagian yang menurun kembali, terdapat ruang penampik bawah, penampik dalam dan dedapuran.Ruang palindangan merupakan ruang terpenting dimana berbagai upacara adat dilaksanakan.Pada saat demikian, pengaturan ruang-ruang di dekatnya dengan mudah dapat dilaksanakan, dengan sekedar menggunakan tawing halat, dinding penyekat yang dapat dibongkar-pasang.

Penduduk Kalimantan Selatan umumnya beragama Islam.Hal ini kemudian berpengaruh pada perwujudan aspek-aspek budayanya. Ukiran dan hiasan Kalimantan Selatan umumnya banyak yang berpolakan huruf Arab, sedang motif yang menggambarkan manusia hamper tidak ada. Ukiran Banjar umumnya bermotif bunga, misalnya melati, mawar, teratai, kacapiring, dan lain-lain. Secara samar justru terlihat pengaruh Cina di dalamnya. Motif lainnya adalah ornamen geometris, misalnya tatah gigi haruan dan tatah pucuk rebung. Berbagai motif tadi, kini dapat disaksikan di anjungan Kalimantan Selatan dan sebagian nampak jelas dari luar.Di anjungan Kalimantan Selatan masih terdapat dua bangunan lagi.Bangunan pertama, yang terletak di sebelah timur rumah adat Banjar, adalah sebuah panggung pertunjukan.Di tempat inilah berbagai pertunjukan kesenian dipentaskan.Tak jarang anjungan ini bahkan mendatangkan team kesenian dari daerah asalnya.Sesekali anjungan Kalimantan Selatan pun menggarap dan menyajikan acara khususnya, umumnya berupa peragaan sebuah upacara adat.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.