Anjungan Kalimantan Tengah

Anjungan Kalimantan tengah di TMII menjadikan Betang atau rumah panjang sebagai bangunan induknya. Bangunan dengan pola arsitektur tradisional Kalimantan tengah ini merupakan tiruan rumah adat yang masih ada sampai saat sekarang ini seperti di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur, yang didirikan tahun 1880 oleh Antang Aklang bersama sanak keluarganya.

Betang sendiri merupakan gambaran kerukunan hidup.Betang didirikan dengan alat-alat yang masih sederhana dan dibangun oleh orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan arsitektur modern. Rumah ini juga dihuni secara beramai-ramai, yang secara otomati smembangun perasaan yang sama pada saat senang maupun susah. Khasanah budaya Kalimantan Tengah pun diperkaya oleh beberapa cabang seni tradisional yang sampai kini tetap diupayakan pelestarian dan pengembangannya, missal :

Seni Patung :

Patung di daerah ini umumnya dibuat menggunakan bahan kayu yang kuat dan tahan lama, yaitu kayu tabalien dan kayu besi.Patung berbentuk manusia, ditempatkan diatas tiang yang tingginya sampai tiga meter, disebut Sapundu dipergunakan sebagai tambatan binatang kurban dalam upacara Tiwah. Patung yang lain dapat dijumpai padaSanadung, yaitu tempat menyimpan tulang.

Seni Relief :

Kegiatan membuat relief biasanya disebut Maukir, dan tampaknya lebih halus dan berkembang dibandingkan seni patung.Relief biasa ditemukan pada sanding, tempat menyimpan tulang, atau pada raung, peti jenazah, dengan motif umum yaitu bajakah lelek (Sulur, Tanaman menjalar). Di anjungan ini juga terdapat tiang 'Luhing adat', dengan relief yang melukiskan penguasa langit, yang berkaitan dengan nenek moyang orang dayak. Relief ini dibuat oleh almarhum Damang J. Salilah.

Kerajinan :

Seni kerajinan Kalimantan tengah yang khas adalah kerajinan Gita Nyatu (getah Njatu), ciptaan Damang J. Salilah dengan bahan karet dari Nyato, Sambun dan baringan. Dari bahan itu, dapat dihasilkan berbagai benda, misalnya Tungkeh (tongkat), manusia dengan Mandau, hewan, bunga dan lain-lain yang umumnya dengan motif non-simbolis. Kerajinan lain yang berkembang dan anyaman rotan mulai adri alat keperluan sehari-hari dampai tikar. Motif untuk anyaman ini umumnya pakpasu (pucuk rebung), ular, matan puney, batang garing, ikan rotan, parang, jajran ganjang, bunga-bungaan, buah-buahan dan lain-lain. Terdapat juga motif manusia, rambun, tambun (sarang ular naga), belanga, merjan, nyahu (Guntur), sangkay, tombak, burung enggang, dan lain-lain.

Seni Tari :

Beberapa ragam tari yang masih dominan di Kalimantan tengah adalah tari ganggerang, ganggerang busu danan Kahayan, giring-giring, dandang tinggang, kanjan halo, manugal, mangetem, wadian bawo, wadian dadah, kinyah, tasui, lanuk, badeder dan lain-lain. Kesemua tari itu dibina langsung oleh anjungan Kalimantan tengah.

Upacara Adat :

Upacara adat Kalimantan tengah biasanya berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, yang umumnya berkaitan dengan agama Hindu Kaharingan.Upacara yang bersifat religious itu umumnya sehubungan dengan kehidupan dan lingkungan hidup. Beberapa upacara adat yang ada dan pernah dilaksanakan di anjungan Kalimantan Tengah adalah 'Upacara Adat Potong Pantan', dan 'Upacara Pemberian Gelar Warga Kehormatan', 'Upacara Adat Tantuak Dahiang Baya', sial kawe, 'palu endus', yang digarap secara khusus. Diantara berbagai upacara adat yang ada, yang terkenal adalah upacara adat tiwah yang dimaksudkan untuk mengantar roh agar dapat masuk ke surge.

Pada bagian lain anjungan, terdapat bangunan balai adat yang berfungsi sebagai tempat pameran dan pertemuan.Di samping itu terdapat pula tiruan sandung, tempat penyimpanan tulang - tulang orang mati dalam upacara tiwah.Seputar anjungan terdapat kolam yang merupakan gambaran sungai, dimana sebuah perahu 'Banama Riuang Kanghari Rayang', yang menurut kepercayaan agama Hindu kaharingan merupakan kendaraan para roh suci dan dewa-dewa.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.