Anjungan Kalimantan Timur

Propinsi Kalimantan Timur beribukota Samarinda.Propinsi ini memiliki luas 211.440 km2.Suku Dayak dan suku Kutai merupakan penduduk aslinya.Suku Dayak terdiri dari Dayak Kenyah, bahau, tanjung, benua, modang hidup berkelompok antara 5 sampai 10 keluarga.Kehidupan mereka pada umumnya sudah menetap sejak dahulu.Bukti peninggalan sejarahnya dapat dilihat di bekas perkampungan tua yang sebagian terdapat di beberapa anak sungai sebelah utara Mahakam.

Gamabaran mengenai daerah ini dituangkan pada anjungan Kalimantan Timur dengan menampilkan bangunan rumah adat yang bernama Lamin sebagai bangunan induknya. Rumah adat tersebut terbuat dari kayu ulin yang kuat.Keunikan yang menarik adalah tekhnik menyambung bangunan yang tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan bor yang kemudian dipasak.Sebagian hanya diikat dengan tali rotan.Lantai rumah cukup tinggi, sehingga membutuhkan tangga pada pintu gerbangnya. Seperti halnya cara hidup yang berkelompok, dahulu rumah lamin dihuni oleh beberapa keluarga. Namun perkembangan selanjutnya, pada masa sekarang ini rumah tersebut hanya dihuni oleh sebagian kecil masyarakat disana.Rumah lamin pada dasarnya mencerminkan kegotong royongan masyarakat Dayak.Pembangunan rumah ini mengharuskan partisipasi masyarakat yang tinggal di sekitar pembangunan rumah tersebut.

Ruang tengah berfungsi untuk menerima tamu, di anjungan Kalimantan Timur digunakan sebagai tempat pameran benda-benda etnografi seperti bening aban (alat gendong anak), pakaian adat, perhiasan yang dikenakan para raja, serta lukisan yang menunjukan sifat kebudayaan dayak pada umumnya. Pada ruangan ini juga terpampang lukisan yang menggambarkan berbagai kegiatan social, budaya dan ekonomi di pasar terapung yang lazim ditemui di Kalimantan Timur, sebagai daerah tujuan wisata di pulau Kalimantan yang terkenal, seperti manik-manik, kain kayu jomo dan ulap doyo.

Ragam hiasan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya Kalimantan Timur.Corak ragam hiasnya Khas.Biasanya bermotif ular naga, burung enggang dan tengkorak manusia.Keseluruhan corak dan motif tradisional tersebut memiliki makna tersendiri, misalnya seperti menolak berbagai mara bahaya. Kesaktian dan kepahlawanan burung enggang diambil sebagai symbol derajat suku dayak yang gagah perkasa, melauli bahan tertentu ragam hias ini menjadi corak abstrak yang mengagumkan. Untuk melukiskan keadaan flora di Kalimantan Timur, anjungan menanam pohon singkil, yang merupakan lambing kehidupan menurut kepercayaan, pohon ini dapat digunakan sebagai obat untuk memperlancar air susu ibu. Patung sumbang lawing patung untuk menyambut pahlawan selesai perang dan belontang yang diletakan di depan rumah dimaksudkan untuk menolak roh-roh jahat. Model peti mati tempat tulang-belulang yang disebut lunggun, juga terdapat di anjungan.Senjata yang terkenal adalah Mandau dan sumpitan.Bentuk sumpitan sangat unik karena memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tombak dan alat tiup.

Lumbung merupakan bentuk bangunan lain yang terdapat di anjungan. Bangunan lumbung tersebut digunakan sebagai ruang kantor anjungan. Di bagian lain terdapat panggung pertunjukan yang berfungsi untuk menampilkan berbagai kesenian tradisional daerah tersebut.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.