Anjungan Lampung

Propinsi Lampung terletak di ujung selatan pulau Sumatera, dan dengan propinsi Jawa Barat dipisahkan oleh Selat Sunda yang dapat dicapai dengan menggunakan ferry jurusan Merak-Bakauheni. Ibukota propinsi Laampung adalah Bandar Lampung.Obyek wisata yang dimiliki daerah ini adalah kawasan sekitar Pulau Krakatau. Kawasan ini menarik karena keunikan alamnya, terlebih bila gunung Krakatau sedang aktif dimana semburan asap dan api dapat terlihat dari laut di sekitarnya. Tempat wisata yang lain adalah Taman Laut Sebuku, Pantai Merak Blantung, Pantai Tegal, dan masih banyak lagi yang lain. Anjungan Lampung di TMII menampilkan dua rumah adat sebagai bangunan induknya.Masing-masing adalah 'Nuwou Balak' dan 'Nuwou Sesat'.Kedua rumah tersebut digunakan untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya tradisionalnya.

Nuwou Balak aslinya merupakanrumah tinggal bagi kepala adat (penyimbang adat), yang dalam bahasa Lampung disebut sebagai 'Balai Keratun'. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan, yaitui Lawang Kuri (gapura), Pusiban (tempat tamu melapor), Ijan Geladak (tangga naik ke rumah), Anjung-anjung (serambi depan tempat menerima tamu), Serambi tengah (tempat duduk anggota kerabat pria), Lapang agung (tempat kerabat wanita berkumpul), Kebik Temen/Kebik Perumpu (kamar tidur anak penyimbang batin atau anak ketiga). Tetapi di anjungan Lampung ruang-ruang tersebut digunakan untuk tempat peragaan berbagai aspek budaya daerah tersebut. Di ruangan ini dapat kita saksikan antara lain : perpaduan atau tempat duduk sang penyimbangadat bila sedang memimpin sebuah upacara adat ; Kutamara, pelaminan bagi anak gadis penyimbang yang akan menari dan bermacam Siger (mahkota) yang diletakan dalam vitrin kaca bersama-sama dengan benda seni yang lain. Diperagakan pula pakaian adat pengantin lampung, tempat tidur pengantin dan model tempat tidur orang tua.

Banguna lain adalah Nuwou Sesat, bangunan diatas tiang yang megah itu aslinya adalah balai pertemuan adat, tempat para purwatin (penyimbang), mengadakan pepung adat (musyawarah). Karena itu, balai inijuga disebut Sesat Balai Agung.Bagian-bagian dari bangunan ini adalah Ijan Geladak, tangga masuk yang dilengkapi dengan atap.Atap itu sebut Rurung Agung.Anjungan, serambi yang digunakan untuk pertemuan kecil, Pusiban, ruang tempat musyawarah resmi, Ruang Tetabuhan tempat menyimpan alat musik tradisional.Alat musik Lampung dinamakanTalo Balak (Kulinttang).Ruang Gajah Merem, tempat beristirahat bagi penyimbang. Hal lain yang khas di rumah sesat ini adalah hiasan paying-payung besar di atapnya (rurung agung), yang berwarna putih, kuning dan merah, yang melambangkan tingkat kepenyeimbangan bagi masyarakat Lampung Pepaduan.

Lampung adalah daerah yang luas, kaya dan subur.Masyarakat tradisonalnya terdiri dari dua golongan, yaitu Lampung Pepaduan yang tinggal di pedalaman dan memegang teguh ajaran adat. Sedangkan golongan lain adalah Lampung Peminggir, yang tinggal di pesisir. Namun sekarang masyarakat Lampung sudah tidak demikian lagi.Propinsi ini merupakan daerah transmigrasi pertama di Indonesia, terjadi di awal abad 20, dan kini penduduk Lampung terdiri dari berbagai suku yang ada di Indonesia.Karena itulah masyarakatnya digolongkan menjadi dua golongan, yaitu Lampung asli dan Lampung pendatang, sesuai dengan slogan dari lambing Pemerintah daerahnya 'Sang BUmi Ruwa Jurai'.

Pada hari Minggu dan libur, anjungan Lampung menyajikan berbagai acara tradisional, seperti tarian Cangget, Melinting, Nyambai, atau bahkan acara upacara adat.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.