Anjungan Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB) adalah provinsi yang terdiri dari dua pulau utama, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Ibukota provinsi ini adalah kota Mataram yang berada di pulau Lombok. Penduduk asli NTB terdiri dari tiga suku asli utama, yakni sasak, Mbojo dan Sumbawa. Suku bangsa Sasak berasal dari pulau Lombok, sedangkan dua lainnya, Mbojo dan Sumbawa merupakan etnik terbesar di pulau Sumbawa.Suku bangsa Sumbawa disebut juga Tau Samawa (Orang Sumbawa), sedangkan suku bangsa Mbojo adalah penduduk asli Bima dan Dompu.

Provinsi NTB di TMII menampilkan istana tua Sumbawa yang bersejarah. Istana aslinya, dinamakan Dalam Loka Samawa yang dibangun pada tahun1825 oleh Sultan Khairudin I. bangunan di atas tiang ini terbuat dari kayu jati, bertiang 100, bertingkat dan beratap kembar. Tangga masuknya unik, karena beratap rendah sehingga yang masuk akan menundukan kepala. Meski hanya duplikat, istana Dalam Loka Samawa di anjungan NTB dibuat sama seperti aslinya. Susunan ruangannya terdiri atas ruang bagian depan atau balairung, dinamai Luyuk Agung, yakni ruang upacara adat, musyawarah dan penerimaan tamu agung. Pada bagian lain ada ruang peraduan sultan dan permaisuri, ruang keluarga, ruang makan dan ruangan belakang untuk dapur.

Memasuki lantai pertama bangunan istana ini, anda akan diajak mengena budaya suku bangsa yang ada di NTB, seperti suku Sasak (Lombok), Mbojo (Dompu dan Bima) dan suku Sumbawa (Sumbawa) melalui berbagai hasil karnyanya. Misalnya, di bagian balairung terdapat berbagai benda budaya tradisional, antara lain pakaian adat sehari0hari, gerabah, kain songket, wadah yang terbuat dari perak dan kuningan, peralatan berburu dan menangkap ikan, serta senjata tradisional.

Di sebelah balairung terdapat ruang-ruang peragaan upacara adat daur kehidupan mulai dari acara kelahiran sampai kematian antara lain: Kelahiran (ngurisan), khitanan; lamaran; perkawinan antara lain menampilkan pasangan pengantin Lombok lengkap dengan tandu pengantin (barong tengkok) dalam bentuk khas dan pasangan pengantin adat Bima dengan tiruan pelaminannya, dan upacara kematian suku sasak. Di bagian lain dapat pula disaksikan berbagai kerajinan rakyat dan peralatan rumah tangga.

Naik ke lantai dua, anda dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang benda bersejarah budaya mereka.Lantai sebelah kanan misalnya terdapat seperangkat peralatan gamelan suku sasak, peralatan menenun, anyaman, kerajinan gerabah dan foto-foto objek wisata unggulan.Lantai sebelah kiri dapat disaksikan berbagai peralatan rumah tangga yang terbuat dari gerabah, anyaman, alat menangkap ikan dan petanian. Jika anda mencari sesuatu yang unik untuk dijadikan koleksi kenangan, di kolong bangunan istana anjungan ini terdapat took cinderamata yang menjual berbagai barang kerajinan khas daerah seperti pakaian adat, gerabahh, madu Sumbawa, kerajinan tanfuk, anyaman rotan, kaset dan CD lagu daeraj, tempayan dan mutiara. Selain istana Tua Sumbawa sebagai bangunan induk, terdapat bangunan pendukung yang tak kalah menariknya anatara lain tiga bangunan lumbung (samba atau pantek) suku Sasak yang unik, gedung pertemuan yang bercorak arsitektur Mbojo (Bima), Gapura, Bumi Gora untuk panggung pertunjukan dan musholla dengan menara masjid Bima yang khas.

Secara berkala anjungan NTB memamerkan upacara adat, seperti khitanan dan pernikahan.Pementasan kesenian berupa tari-tarian daerah dan aneka tarian nusantaram diselenggarakan dua atau tiga kali dalam satu bulan pada hari Minngu, serta pada hari libu nasional.Setiap minggu dan libur, kanting anjungan juga menyediakan makanan tradisional yang dapat dinikmati pengunjung.Menu istimewa yang mengundang selera antara lain Oleceing ayam, plecing kangkung dan gulai tulang iga sapi (bebalung) dari Lombok; ikan bakar dan ikan rebus asem dari Sumbawa; serta ikan rebus (palu mara) dan sambalan (daco) masakan asal Bima.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.