Anjungan Papua Barat

Provinsi Irian jaya barat merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Papua berdasarkan UU No. 45 Tahun 1999. Pada tanggal 7 februari 2007 secara resmi Irian jaya barat berubah nama menjadi Provinsi Papua Barat. Papua maupun Papua barat merupakan provinsi berstatus otonomi khusus.Secara administrative Provinsi Papua barat terdiri dari 10 Kabupaten dan satu Kotamadya. Kabupatennya antara lain, Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Kota Sorong.

Ibukota provinsi papua barat yaitu Manokwari.Wilayah ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kawasan-kawasan kepulauan di sekelilingnya.Luas wilayah provinsi ini yaitu sekitar 126.093 km2. Di sebelah utara provinsi ini berbatasan dengan Samudra pasifik, bagian barat dengan Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cendrawasih, di sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Papua. Provinsi ini memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata, pertanian, pertambangan, maupun hasil hutannya. Mutiara dan rumput laut, dihasilkan di Kabupaten Raja Ampat, sedangkan satu-satunya industry tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di Kabupaten Sorong Selatan. Wisata alam juga menjadi salah satu andalan daerah ini, antara lain taman laut di Raja Ampat yang konon katanya, merupakan taman air terindah di dunia, dan Taman Nasional teluk Cendrawasih di kabupaten Teluk Wondama. Taman ini membentang dari timur semenanjung Kwatisore sampai utara pulai Rumberpon dengan panjang garis 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan. Selain itu, ditemukan pula sebuah gua yang di klaim sebagai gua terdalam di dunia oleh tim ekspedisi Speologi Perancis di kawasan pegunungan Lina, kampong Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2.000 meter.

Penduduk di Papua barat terdiri atas banyak suku bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda.Bahkan dalam satu suku bangsa, ada yang memiliki banyak bahasa.Wilayah Papua barat tidak identik dengan wilayah budaya masing-masing karena suku bangsa tersebut menyebar pada beberapa Kabupaten.Suku bangsa Arfak mendiami pegunungan Arfak, di kabupaten Manokwari hingga teluk Bintuni. Suku bangsa Doteri merupakan suku bangsa migran dari pulau Numfor di wilayah pesisir Kabupaten teluk Wondama bersama suku Kuri, Simuri, irarutu, Sebyar, Moscona, Mairasi, Kambou, Onim, Sekar, Maibrat, Tehit, Imeko, Moi, Tipin, Maya dan suku bangsa Biak. Penduduk asli Papua barat bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani tradisional.Makanan asli penduduk di Provinsi ini adalah Sagu dan ubi-ubian.Selain masyarakat asli papua barat, terdapat pula masyarakan suku bangsa lainnya dari berbagai pelosok Nusantara yang hidup berbaur seperti Jawa, Bugis, batak, Dayak, Manado, Key dan Tionghoa.Kehidupan tradisional masyarakat di papu barat masih dapat dijumpai di kampong-kampung tiap daerah dengan adanya kepala suku sebagai pimpinan.Wilayah Papua barat merupakan tempat pekabaran Injil dan Syiar agama Islam. Kabupaten Manokwari mendapat julukan kota Injil karena pertama kali Injil masuk ke tanah Papua melalui pulai Mansinam yang terletak di wilayah manokwari. Selain itu, sisa-sisa peradaban masa lalu masih bisa dijumpai di daerah Fakfak dan kaimana berupa lukisan purba bermotif telapak tangan manusia, tumbuhan dan hewan yang dilukis di dinding pulau karang.

Provinsi papua barat membangun anjungannya di TMII dengan menampilkan bangunan bercorak arsitektur Manokwari.Rumah adat ini pada dasarnya merupakan rumah panggung yang ditopang oleh begitu banyak tiang atau kaki, baik bartiang pendek maupun bertiang tinggi.Di tempat aslinya, rumah adat ini terbuat dari kayu dan daun sagu atau daun jerami sebagai atapnya. Biasanya rumah ini tertutup tanpa jendela dan hanya memiliki dua pintu, depan dan belakang. Semakin jauh ke pedalaman, tiang-tiangnya semakin tinggi, bisa mencapai empat meter.Tiang tinggi yang berjumlah banyak itu, digunakan untuk melindungi diri dari musuh atau ancaman orang-orang berilmu hitam yang berniat jahat (Swanggi).Nama asli rumah tradisional suku bangsa Arfak ini disebut Mod Aki Aksa atau Lgkojei, namun orang awam menyebutnya 'Rumah Kaki Seribu'.Saat ini jumlahnya semakin berkurang, terutama di kampong-kampung yang tersebar di pinggiran distrik pedalaman di bagian tengah pegunungan Arfak.

Rumah Kaki Seribu di anjungan Papua Barat di TMII berlantai dua, terletak di kawasan anjungan terpadu provinsi-provinsi baru dan digunakan sebagai tempat memamerkan serta memeragakan sepasang pakaian adat dari berbagai Kabupaten yang terdapat di Papua barat. peralatan musik dan berbagai hasil kerajinan tangan seperti tas noken, kalung, dan pernak-pernik. Lantai dua digunakan sebagai ruang kantor pengelola anjungan.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.