Anjungan Sumatera Selatan

Gambaran mengenai Sumatera Selatan secara umum dapat dilihat di TMII melalui tampilan anjungan Sumatera Selatan.Propinsi ini memiliki wilayah seluas 109.254 km2, dengan ibukota Palembang.Anjungan ini menampilkan 3 buah rumah adat dan sebuah balai adat. Gerbang berukir yang terletak di bagian depan anjungan dinamakan 'Gerbang Emas' yang terdiri dari 2 buah Soko Damas yang bersambungan dengan dengan pagar. Ukiran pada tiang itu bermotif Pucuk Rebung dan Bungan tanjung yang merupakan lambing kehidupan, (keagungan dan kebesaran).Bagian atas tiang bermotif kuncup dan kelopak bunga melati yang mengandung arti sopan santun.Bagian pagar diukir dengan motif bunga mawar untuk mengusir segala maksud jahat.Dari kesemuanya itu, dimaksudkan mengagungkan dan mengucapkan selamat darang kepada pengunjung dengan hati yang bersih serta budi bahasa yang sopan dan santun. Bangunan induk dinamakan Rumah Limas.Rumah ini dahulu merupakan tempat tinggal para bangsawan.Limas berarti lima, dan emas, diwujudkan dengan lima jenjang teratur. Hal ini melambangkan adanya lima jenjang dalam menata masyarakat, yaitu menurut jenjang usia, jenis, bakat, pangkat dan martabat. Kelima jenjang yang ada dalam rumah limas anjungan tersebut digambarkan melalui lima ruangan, yaitu : Pagar Tenggalung (peranginan), Jogan, Kekijing Ketiga (aslinya tempat para pejabat),Kekijing Keempat (tempat Dapunta Hyang dang Datuk Maharaja) dan Kekijing Kelima, disebut Gegajah yang aslinya sebagai ruang duduk permaisuri dan putra sulung, bersama wanita-wanita pembesar yang lain. Rumah kedua yaitu Rumah Rakit, yang merupakan contoh rumah yang terdapat di sungai Musi Sumatera Selatan.Rumah yang letaknya mengikuti pasang surut Air ini, selain berfungsi sebagai rumah tinggal juga sebagai tempat berdagang.Di anjungan ini, rumah rakit berfungsi sebagai ruang pameran hasil kerajinan dari Sumatera Selatan. Rumah ketiga yaitu Rumah Ulu, menggambarkan kehidupan rakyat biasa di daerah lain di Sumatera Selatan yang bercorak agraris. Di bagian bawah rumah ini terdapat isaran padi, lesung, alu serta nyiru (tampah). Susunan kayu api yang dipasang di bawah rumah tersebut merupakan kebanggan orang yang mempunyai rumah. Balai desa yang ada di anjungan ini merupakan seuah tempat yang digunakan untuk memperagakan kesenian-kesenian atau upacara adat.Aslinya, bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai tempat musyawarah masyarakat setempat.Songket adalah salah satu seni dan budaya Sumatera Selatan yang sangan terkenal.Pada zaman kerajaan Sriwijaya, songket adalah pakaian kaum bangsawan. Kerajinan lain adalah ukiran kayu, kerajinan gading, kuningan, timah dan keramik. seni tari yang terkenal adalah tari Gending Sriwijaya, tari Tepak, tari Pagar Pengantin, tari Kipas, dan lain-lain. Sama seperti anjungan lainnya, anjungan ini mengadakan acara-acara khusus yang berhubungan dengan kebudayaan serta pertunjukan sebagai salah satu langkah nyata dalam rangka penyelamatan unsur-unsur seni budaya dari kepunahan.

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.