Titihan Samirono

Kereta " Aeromovel "(aeromovel indonesia) adalah kereta yang berjalan dengan  tenaga angin (jawa : samirana) di atas jalan layang setinggi 6 meter dari permukaan tanah. Kereta ini disebut juga titihan samirono  dan memiliki kecepatan 15-20 km/jam, meskipun sesungguhnya kendaraan ini mampu melaju dengan kecepatan 60 km/jam. kecepatan 15-20 km/jam merupakan kecepatan ideal mengingat panjang lintasan sekitar 3,2 km sekaligus memungkinkan para penumpang memiliki waktu lebih lama untuk memandang panorama taman mini lebih nyaman dan aman. 

Sistem Angkutan Penumpang Cepat Massal SHS-23 Aeromovel Indonesia merupakan sistem yang dirancang berdasarkan gagasan Mr.Oscar Coester dari Brasil. Sistem ini memiliki berbagai keunggulan dibangdingkan sistem-sistem yang kini sudah digunakan atau tangah dikembangkan di berbagai negara maju.

Salah satu keunikan sistem ini adalah pemamfaatan  tenaga dorong-hisapudara sebagai penggerak. Gagasan ini banyak diilhami oleh prinsip bergeraknya sebuah perahu layar di laut lepas.

Wagon Aeromovel dilengkapi dengan sebuah layar baja yang letaknya dibawah roda, dan permukaan layar tersebut menerima tenga dorong udara yang ditiupkan dari sebuah 'kipas angin' (blower). Agar tenaga udara tersebut dapat dihimpun secara maksimal maka tenaga udara tersebut disalurkan melalui saluran angin yang merupakan bagian dari struktur penyangga rel.

Untuk mendapat tenaga yang cukup sepanjang perjalanan maka beberapa 'kipas angin' diletakkan disepanjang linatasan aeromovel ini. Kelebihan sistem ini bukan hanya karena sistem penggerak yang unik  ini, akan tetapi juga hadir dalam sisi pelaksanaan kontruksi dan produksi berbagai perangkatnya.

Konsep ini sangat tepat bagi Indonesia ditinjau dari kondisi nyata kemampuan rekayasa dan indsutri yang kita miliki. contoh yang nyata adalah Wagon SHS-23 Aeromovel Indonesia ini. Wagon yang dirancang tanpa dibebani mesin penggerak ini tidak lebih dari karoseri sebuah bis yang ringan. Sedangkan kontruksi penyangga rel dan terowongan angin tidak lebih dari kontruksi jembatan prategang yang diproduksi sebagai modul-modul siap pasang. Mesin kipas angin merupakan perlengkapan mekanik yang lazim digunakan diberbagai industri dan dapat dibeli dipasaran bebas. Selebihnya adalah sistem kendali dilengkapi komputer yang perangkat lunak dan kerasnya telah dirancang sendiri oleh ahli-ahli Indonesia. Selain pertimbangan-pertimbangan teknis kontruksi dan produksi yang sangat menguntungkan maka pengembangan SHS-23 Aeromovel Indonesia didorong oleh beberapa fakta yang mengungguli sistem-sistem angkutan perkotaan lainnya. 

Kontruksi lintasan yang melayang diatas tanah selain mampu menghindari kemacetan lalu lintas, maka tanah yang dibutuhkan untuk pembangunannya sangat sedikit. Wagon yang tidak dilengkapi mesin penggerak dan dibangun dengan kontruksi ringan dan sederhana, selain tidak menimbulkan polusi udara dan suara mempunyai kapasitas angkut yang cukup besar. Kesederhanaan kontruksi lintasan memungkinkan pelaksanaan pembangunannya dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sangat singkat.

Kelebihan-kelebihan diatas tentu tidak semudah dalam pelaksanaannya dilapangan. Suatu upaya pengkajian dan pengukuran yang cermat dan seksama perlu dilakukan demi memperoleh standar keamanan dan efektifitas operasional serta kenyamanan yang setinggi-tingginya. Apa yang dilakukan oleh PT.Citra Patenindo Nusa Pratama melalui SHS-23 Aeromovel Indonesia ini semata-mata tindak nyata kaum muda Indonesia yang ingin secepatnya, mengembangkan kemampuan dirinya dalam memecahkan masalah yang dihadapi bangsanya melalui langkah-langkah nyata dan terarah.

Waktu adalah kendala, andaikata tidak dilakukan hari ini maka kita akan semakin  tertinggal dan semakin jauh tertinggal 

Nama Titihan Samirono diberikan oleh  Bapak Soeharto Presiden Indonesia ke-2  untuk sistem SHS-23 Aermovel Indonesia yang telah dioperasikan di Taman Mini Indonesia Indah. Sistem ini meliputi lintasan melingkar sepanjang 3,2 km, yang melayang pada ketinggian  

 

 

Copyrights 2016, Taman Mini "indonesia indah" All Rights Reserved.